Kamis, 30 Agustus 2018

Beijing, Negeri Seribu Apartemen


Juli 2018, Beijing China
Negara Seribu Apartemen

Beijing, Juli 2018.
Beijing Negeri Seribu Apartemen

Saya menyebut Beijing sebagai Kota Seribu Apartemen sebab begitu banyaknya apertemen yang terdapat di Kota Beijing, bahkan bisa lebih dari seribu.

Kota Beijing mengalami perkembangan yang pesat setelah peristiwa Tian'anmen pada tahun 1989. Sejak itu sistem pemerintahan China dari komunis berganti ke arah semi komunis atau semi liberal.

Kota Beijing tertata dengan rapi, elok, dan modern. Lahan hijau cukup banyak terdapat di tengah kota. Rumah penduduk dan pertokoan yang kecil, tidak terlihat lagi. Semua sepertinya sudah dipindahkan oleh pemerintah mereka ke apartemen. Ya, mungkin seperti pemindahan penduduk kota ke kondominium,  jika di Singapura.

Semoga hal ini semakin menginspirasi pemerintah kita dalam mengatasi kepadatan penduduk. Kota tetap asri, penduduk tetap terayomi dengan tempat tinggal yang nyaman dan memadai, sementara bayarannya tidak mahal atau bila perlu gratis dengan melakukan subsidi silang atau lainnya.

Kita berharap, semoga NKRI kita semakin maju, rakyat hidup dengan sejahtera, semua saling bergiat membangun NKRI sehingga tercapai kehidupan masyarakat yang gemah ripah loh jenawi tata tenteram kertaraharja.



Bersambung

Minggu, 26 Agustus 2018

Amsterdam, Kota Kincir Angin

Amsterdam, Belanda, Juni 2017.
Udara masih cukup dingin menusuk tulang. Padahal pada bulan Juni, Eropa sudah mulai masuk musim panas. Tetapi mungkin karena Belanda terletak lebih ke barat, maka sisa-sisa musim dingin masih cukup terasa, terutama bagi kami yang tinggal di wilayah yang bersebelahan dengan Kota
Jakarta.






Bersambung

Jumat, 24 Agustus 2018

Italia, Juli 2017.
Menara Miring Pisa

Pernah denger tentang Hukum Archimedes, kan? Apabila benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka berat jenis benda tersebut akan berkurang sebesar zat cair yang dipisahkannya. Nah, ini rumus buat kapal lho...
Nah, ilmuwan Archomedes tersebut pernah melemparkan benda dari Menara Miring Pisa ini. Archimedes naik ke blakon Menara Pisa yang miring, lalu ia melemparkan benda dengan berat yang sama, lalu ia amati dan teliti kecepatan benda tersebut sampai ke bumi.

Bersambung

Kamis, 23 Agustus 2018

Zurich Swiss, Juli 2017.

Dari Munchen ke Zurich, Swiss sekitar lima jam perjalanan dengan bus. Cukup jauh memang, namun keindahan alam sepanjang perjalanan, sungguh membuat kita tak henti-hentinya bertasbih. Daerah pertanian yang tertata elok, negeri yang tenang, luas, dan begitu asri. Apalagi pergi dan datangnya begitu tepat waktu.
Sebenarnya untuk waktu pergi dan baliknya lagi dari Munchen Jerman ke Swiss memerlukan waktu 10 jam. Namun karena Juli adalah musim panas, maka siang mereka sekitar 20 jam, sehingga untuk traveler seperti kami, siang yang begitu lama ini memang sangat menguntungkan. Hanya sayangnya, Eropa yang dingin dan berjatuhan salju tentu tidak kami temui.




Bersambung

Rabu, 22 Agustus 2018

Italia, Peradaban Masa Lalu.
Juli 2017.
f
Roma, Italia adalah kota kuno yang sampai sekarang tetap eksis. Pengunjung yang datang ke Roma lumayan banyak. Mungkin di sini ada Collosium yang sudah berusia ribuan tahun dan juga mungkin karena di Roma terdapat Vatikan yang merupakan tempat ibadah umat Katholik sedunia.

Datang ke Roma, memang tujuan kami yang utama adalah ingin melihat Collossium, yaitu suatu tempat pada masa dulu dikenal sebagai tempat menghukum narapidana. Narapidana tersebut diadu dengan singa yang kelaparan. Lalu para raja, ratu, dan segenap rakyat, ikut menonton perkelahian manusia dengan hewan tersebut. Tentu saja kebanyakan yang kalah adalah manusia melawan singa. Hanya jika kita membayangkan bagaimana perkelahian tersebut berlangsung, tentu kita tidak akan tega melihatnya. Mungkin pada zaman hukuman tersebut diberikan bagi narapidana yang mendapat hukuman mati. Dipertontonkan di hadapan khalayak, mungkin Raja ingin menyampaikan juga kepada masyarakat bahwa siapa yg melakukan pelanggaran berat, maka akan dihukum mati juga seperti tahanan tsb.

Bersambung

Jumat, 10 Agustus 2018

Paris Nan Romantis

Juni, 2017. Jembatan cinta, di depan Institut Paris dengan Museum de Louvre.

Saya sebut jembatan cinta sebab di jembatan ini terdapat banyak gembok  yang dipasang oleh pasangan yang datang ke Paris. Di gembok yang terkunci itu, tertulis nama mereka. Konon itu dipercayai bahwa hubungan pasangan akan menjadi awet dan abadi jika nama mereka digembok dan digantungkan di jembatan atau di pagar Sungai Seine Paris. Ada-ada saja. Hehehe...😄

Sebenarnya pemerintah Paris sudah melarang karena bisa membuat jembatan menjadi berat dan runtuh, namun walau sudah disingkirkan, tetap saja besoknya bermunculan lagi gembok-gembok yang dipasang oleh wisatawan berikutnya. 😊

Ah, cinta. Dimana saja, bila sudah mabuk kasmaran, tetap saja ada yang lupa aturan dan tidak mengikuti logika...😊

Bersambung