Teks Prosedur
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI SMA/SMK dengan Kurikulum 2013, ada tema pembelajaran Teks Prosedur.
Teks Prosedur dipelajari siswa agar parasiswa mengetahui, memahami, dan melakukan sesuatu sesuai dengan prosedurnya sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan baik.
Untuk SMA/SMK, pembelajaran Teks Prosedur ini sebaiknya sesuaikan dengan kondisi siswa di tempatnya masing-masing. Begitu juga dalam pembelajarannya, sebaiknya siswa mengerjakannya secara berkelompok. Misalnya untuk siswa kelas XI yang usia mereka sudah mendekati 17 tahun, sebaiknya prosedur pembuatan e-KTP dan SIM perlu diajarkan. Sedangkan untuk siswa yang kondisi ekonomi orangtua mereka tergolong lebih baik, maka prosedur pembuatan Paspor dan Visa bisa diketahui siswa. Begitu juga bagaimana prosedur untuk masuk ke perguruan tinggi dan apa persyaratannya, wawancara dengan BK perlu dilakukan siswa sejak dini agar mereka lebih mempersiapkan diri.
Untuk pemilihan pokok masalah yang akan dibahas dalam pembelajaran Teks Prosedur, sebaiknya disesuaikan dengan hal-hal yang lebih dekat dengan keseharian siswa. Misalnya:
1. Jika siswa berada di wilayah pertanian atau perkebunan, sebaiknya siswa mengetahui dan memahami prosedur yang berkaitan dengan pertanian atau perkebunan. Misalnya di daerah perkebunan sawit, maka siswa bertanya langsung kepada petani sawit bagaimana prosedur menanam sawit yang baik sehingga petani bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan memuaskan.
2. Jika siswa berada di wilayah pabrik, maka hal yang berkaitan dengan pabrik, sebaiknya dipahami siswa. Misalnya bagaimana prosedur mendapatkan izin mendirikan pabrik, hal apa saja yang harus diperhatikan jika mendirikan suatu pabrik (prosedur hukum, analisis lingkungan, pajaknya, karyawan, dll).
3. Jika siswa berada di daerah yang dekat dengan pasar tradisional, siswa secara berkelompok dapat menanyai bagaimana prosedur berdagang di pasar, bagaimana cara membeli/menyewa kios, prosedur membeli barang yang akan dijual ke produsen, bagaimana pengurusan izinnya, dll sehingga apabila kelak ada siswa yang tertarik menjadi pedagang, maka hal tersebut tentu akan menambah wawasan mereka.
4. Jika daerah siswa dekat atau terkenal dengan kulinernya, maka prosedur pembuatan kuliner yang favorit di daerah tersebut perlu dipahami siswa. Misalnya bagaimana prosedur membuat bika ambon, kripik sanjai, kripik balado, roti unyil, brownis, rendang, pempek, nasi uduk, dan lainnya... (Jadi laper...😄😅)
5. Jika masalah budaya yang diangkat, misalnya bagaimana prosedur memainkan angklung, piano, rabab, randai, dan lainnya secara benar sesuai dengan langkah-langkahnya.
Untuk penulisan Teks Prosedur, siswa terlebih dahulu menentukan tujuannya mengapa mengangkat topik tersebut, lalu menyusun tahap-tahapnya. Untuk penulisan siswa dapat melakukannya dengan menyampaikan pernyataan umum pada paragraf pertama, langkah-langkahnya pada paragraf-paragraf berikutnya, dan diakhiri dengan paragraf penutup.
Apabila Teks Prosedur sudah selesai, kelompok siswa mempresentasikannya dan jangan lupa menyebutkan sumber data (Kepustakaan) Teks Prosedur yang telah mereka buat.
Saat presentasi, guru bersama siswa lainnya mengamati kesesuaian dan ketepatan kaidah kebahasaan Teks Prosedur yang digunakan, bagaimana ketepatan penggunaan EyD (EBI) dalam penulisan Teks Prosedur yang dipresentasikan, bagaimana pemakaian kalimat efektifnya, dan jangan lupa, apabila presentasi sudah selesai, guru menyimpulkan pembelajaran, memberikan pujian atau penguatan kepada parasiswanya.
Setelah semua kelompok siswa selesai mempresentasikan tugas mereka, maka guru bisa mengajak siswa agar memasukkan tugas tersebut ke dalam blog pribadi siswa masing-masing. Jadi guru mengajak siswanya juga agar aktif memiliki dan menulis di blog pribadi sehingga tulisan-tulisan siswa juga dikenal oleh masyarakat dunia.
Pembuatan blog pribadi, bisa menjadi cikal bakal siswa untuk membuat website nantinya sehingga siswa tidak hanya mampu memahami Teks Prosedur, membiasakan menulis, membudayakan berbagi info dan ilmu pengetahuan, demikian juga bila website mereka tersebut menarik dan ada sponsor yang berminat memasukkan iklan di website tersebut, maka tentu siswa juga bisa mendulang dolar dari hasil pembelajaran Teks Prosedur.
Catatan:
Untuk prosedur pembuatan blog bisa dipelajari sendiri dari internet. Mudah kok. Berusaha ya...🙏
Selamat berinovasi. 😊💪
Teks Eksplanasi
Seru sih, sebenarnya dengan pembelajaran Kurikulum 2013 yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 di Indonesia. Misalnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI di SMA.
Mengapa saya katakan seru? Sebab dalam Teks Eksplanasi akan dikaji secara ilmiah mengenai fenomena alam dan fenomena sosial. Apa sebab-sebab dan apa akibat-akibatnya.
Nah, hal ini jadi menginspirasi saya untuk mengajak parasiswa saya untuk mengkaji dan memaparkannya secara ilmiah tentang fenomena-fenomena alam yang terdapat dalam Alquran, yang baru ditemukan manusia setelah belasan abad Alquran diturunkan.
Misalnya:
1. Tentang pertemuan dua lautan, yang satu airnya tawar dan satu lagi airnya asin, dimana kedua air tersebut sama-sama mengalir di lautan yang sama, namun kedua rasa air tersebut tidak tercampur. (QS. Ar-Rahman ayat 19-20).
2. Tentang tentara Romawi yang kalah di tempat paling rendah di muka bumi saat melawan tentara Persia yang majusi (penyembah api). Kemudian Allah SWT menangkan kembali tentara Romawi tsb setelah bbrp tahun kemudian. (Q.S. Ar-Ruum ayat 1-5). Nah, setelah diteliti, ternyata memang tentara Romawi saat itu kalah di tempat yang paling rendah di muka bumi, yaitu 400 m di bawah permukaan laut.
3. Tentang penemuan kembali jasad Fir'aun yang tenggelam di lautan saat mengejar Nabi Musa dan pengikut beliau. (Q.S. Yunus ayat 92). Jasad tersebut baru ditemukan di abad ke-20, padahal jarak zaman Nabi Musa dengan kita sekarang begitu lama. Nah, jasad Fir'aun itu juga yang diteliti kembali oleh Dr. Maurice Bucaille, seorang arkeolog berkebangsaan Perancis. Di bagian kepala Fir'aun terdapat kandungan kadar garam yg sangat tinggi sebagai bukti ia lama tenggelam di dasar laut.
4. Tentang adanya Gunung Pelangi di bumi ini, yang baru di abad ke-21 (tahun 2000-an) ditemukan. Gunung tersebut terdapat di Zhangye, Provinsi Ganzhu, Cina. Padahal Alquran sudah menyampaikannya sejak 14 abad yang lalu. (Q.S. Al-Fathir ayat 27).
5. Tentang benar adanya terjadi banjir besar di zaman Nabi Nuh As. (Q.S. Hud, ayat 44).
Bahtera Nabi Nuh ditemukan pegunungan Ararat (Bukit Judi) yg terletak antara Azerbaijan, Turki, dan Armenia. Hal tersebut telah dibuktikan ilmuwan tentang kebenarannya.
Masih tak terhingga lagi banyaknya fenomena alam dan sosial yang terdapat dalam Alquran yang bisa dijadikan sebagai bahan tulisan untuk menulis Teks Eksplanasi. (QS. Luqman ayat 27 dan Q.S. Al-Kahfi ayat 109).
Untuk mendapatkan banyak sumber referensi, siswa bisa bekerja secara berkelompok, baik dg cara googling atau pun dari buku-buku sumber referensi lainnya.
Siswa membuat pernyataan umumnya, menjabarkan apa saja yang menjadi penyebab-penyebab suatu fenomenana tersebut, apa akibat-akibatnya. Pada paragraf terakhir, parasiswa menginterpretasi atau menyimpulkannya.
Setelah tulisan Teks Eksplanasi kelompok siswa selesai, parasiswa bisa mempresentasikannya. Saat itu akan diamati bagaimana struktur penulisannya, kaidah kebahasaan yang digunakan, kebenaran penulisan EyD (EBI), penggunaan kalimat efektif, dan sumber-sumber referensi yang digunakan (dengan cara penulisan kepustakaanya yang benar).
Silakan mencoba.
Rabu, 26 September 2018
Senin, 24 September 2018
Politik
Yth. Bapak Irwan Prayitno,
Gubernur Sumatera Barat.
Senang rasanya Bapak mampu mengapresiasi kinerja Presiden NKRI kita, Bapak Ir. Joko Widodo.
Pak Irwan, sebagai masyarakat Sumatera Barat yang tinggal di perantauan, tentu sangat bahagia kami melihat kampung kita semakin "tacelak". Banyak pembangunan yang dulu terlaksana cukup lambat, kini sepertinya begitu digebrak pembangunannya sejak era pemerintahan Presiden Jokowi sekarang. Memang tidak hanya di Sumatera Barat saja kini pembangunan di berbagai bidang, terutama infrastruktur dilaksanakan, namun hampir di seluruh pelosok tanah air kita kini sedang mengalami pembangunan yang luar biasa. Hal tersebut memang tidak bisa kita ingkari jika kita suka membaca atau melihat sendiri bagaimana percepatan pembangunan tersebut sedang dilaksanakan di negara kita.
Semoga Bapak tidak melewatkan kesempatan emas ini untuk lebih memajukan daerah kita seperti yang juga telah Presiden Jokowi lakukan.
Bapak, tidak tertarikkah Bapak untuk "memindahkan" Mezquita Cordoba Andalusia, Spanyol ke Sumatera Barat? Bapak bisa, Bapak... Silakan Bapak beserta beberapa tokoh agama dan arsitektur Sumatera Barat berkunjung ke Cordoba Andalusia, Spanyol, lalu nanti buat pula bangunan seluas dan semegah Masjid Cordoba tersebut di Sumatera Barat. Di antara bangunan masjid yang luas tersebut, banyak hal yang bisa dilaksanakan. Tidak hanya sebagai tempat beribadah, mengaji, dan menghafal Alquran, tetapi juga bisa menjadi tempat untuk mengkaji kandungan-kandungan Alquran yang sesuai dengan ilmu pengetahuan ilmiah modern dan bidang keilmuan lainnya, baik ilmu-ilmu eksakta, matematika, sosial, filsafat, psikologi, dan lainnya. Mungkin nanti "Masjid Cordoba Andalusia" Sumatera Barat akan bisa pula melahirkan banyak ilmuwan Islam seperti Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan lainnya.
Bila perlu, Masjid Cordoba Andalusia Sumatera Barat tersebut bisa menjadi pusat kajian Islam se-Asia Tenggara atau bahkan lebih, Pak. Letaknya bisa saja di antara Kota Padang dengan Kota Padangpanjang atau di daerah Bungus, Pesisir Selatan. Jika di dataran tinggi perbukitan Bungus, di samping daerahnya masih sepi, juga dari bangunan tersebut kita bisa melihat lautan yang luas. Tidak hanya bisa menjadi tempat tadabur alam, panoramanya yang elok, tetapi juga udara laut yang naik ke daerah pegunungan tersebut tentu membawa yodium yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan siswa.
Begitu juga jika dibuat di daerah perbukitan Bungus, akan banyak laboratorium tempat observasi dan penelitian berbagai bidang ilmu bisa didirikan. Jika yang diteliti berkaitan dengan ilmu kimia, tentu tempatnya sangat kondusif sebab cukup jauh dari pemukiman penduduk.
Harapan kita, semoga Sumatera Barat bisa menjadi tempat pusat kajian keilmuan Islam ilmiah modern yang terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara. Semoga Masjid Cordoba Andalusia, Spanyol yang sudah tinggal kenangan, kini kembali "hidup" di Sumatera Barat sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi modern terkini yang begitu melimpah dalam Alquran (QS. Luqman ayat 27 dan Al-Kahfi ayat 109) dapat ditemukan dan digunakan untuk kesejahteraan umat manusia. Aamiin ya Rabbul'alamiin...
Yth. Presiden Joko Widodo yang mulia
dan cerdas cendekia ...
Walaupun sudah lebih setahun (Juli 2017), namun perjalanan dari Cordoba, Andalusia ke Bandara Sevilla, Spanyol yang melewati daerah pertanian yang luas dan indah ini telah membuat kami berharap banyak kepada Presiden kita, Bapak Ir. Joko Widodo.
Semoga Bapak juga terinspirasi untuk mengirim beberapa petani kita yang tangguh, cerdas, dan berkemauan kuat, bersama-sama dengan ahli pertanian kita, untuk mereka magang beberapa bulan di Benua Biru ini mempelajari sistem pertanian di sana sehingga bisa pula diterapkan di negara kita.
Bapak Presiden Joko Widodo, kami yakin Bapak bisa terus mengakselerasikan kemajuan NKRI kita tercinta... 🙏💪
Gubernur Sumatera Barat.
Senang rasanya Bapak mampu mengapresiasi kinerja Presiden NKRI kita, Bapak Ir. Joko Widodo.
Pak Irwan, sebagai masyarakat Sumatera Barat yang tinggal di perantauan, tentu sangat bahagia kami melihat kampung kita semakin "tacelak". Banyak pembangunan yang dulu terlaksana cukup lambat, kini sepertinya begitu digebrak pembangunannya sejak era pemerintahan Presiden Jokowi sekarang. Memang tidak hanya di Sumatera Barat saja kini pembangunan di berbagai bidang, terutama infrastruktur dilaksanakan, namun hampir di seluruh pelosok tanah air kita kini sedang mengalami pembangunan yang luar biasa. Hal tersebut memang tidak bisa kita ingkari jika kita suka membaca atau melihat sendiri bagaimana percepatan pembangunan tersebut sedang dilaksanakan di negara kita.
Semoga Bapak tidak melewatkan kesempatan emas ini untuk lebih memajukan daerah kita seperti yang juga telah Presiden Jokowi lakukan.
Bapak, tidak tertarikkah Bapak untuk "memindahkan" Mezquita Cordoba Andalusia, Spanyol ke Sumatera Barat? Bapak bisa, Bapak... Silakan Bapak beserta beberapa tokoh agama dan arsitektur Sumatera Barat berkunjung ke Cordoba Andalusia, Spanyol, lalu nanti buat pula bangunan seluas dan semegah Masjid Cordoba tersebut di Sumatera Barat. Di antara bangunan masjid yang luas tersebut, banyak hal yang bisa dilaksanakan. Tidak hanya sebagai tempat beribadah, mengaji, dan menghafal Alquran, tetapi juga bisa menjadi tempat untuk mengkaji kandungan-kandungan Alquran yang sesuai dengan ilmu pengetahuan ilmiah modern dan bidang keilmuan lainnya, baik ilmu-ilmu eksakta, matematika, sosial, filsafat, psikologi, dan lainnya. Mungkin nanti "Masjid Cordoba Andalusia" Sumatera Barat akan bisa pula melahirkan banyak ilmuwan Islam seperti Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan lainnya.
Bila perlu, Masjid Cordoba Andalusia Sumatera Barat tersebut bisa menjadi pusat kajian Islam se-Asia Tenggara atau bahkan lebih, Pak. Letaknya bisa saja di antara Kota Padang dengan Kota Padangpanjang atau di daerah Bungus, Pesisir Selatan. Jika di dataran tinggi perbukitan Bungus, di samping daerahnya masih sepi, juga dari bangunan tersebut kita bisa melihat lautan yang luas. Tidak hanya bisa menjadi tempat tadabur alam, panoramanya yang elok, tetapi juga udara laut yang naik ke daerah pegunungan tersebut tentu membawa yodium yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan siswa.
Begitu juga jika dibuat di daerah perbukitan Bungus, akan banyak laboratorium tempat observasi dan penelitian berbagai bidang ilmu bisa didirikan. Jika yang diteliti berkaitan dengan ilmu kimia, tentu tempatnya sangat kondusif sebab cukup jauh dari pemukiman penduduk.
Harapan kita, semoga Sumatera Barat bisa menjadi tempat pusat kajian keilmuan Islam ilmiah modern yang terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara. Semoga Masjid Cordoba Andalusia, Spanyol yang sudah tinggal kenangan, kini kembali "hidup" di Sumatera Barat sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi modern terkini yang begitu melimpah dalam Alquran (QS. Luqman ayat 27 dan Al-Kahfi ayat 109) dapat ditemukan dan digunakan untuk kesejahteraan umat manusia. Aamiin ya Rabbul'alamiin...
Yth. Presiden Joko Widodo yang mulia
dan cerdas cendekia ...
Walaupun sudah lebih setahun (Juli 2017), namun perjalanan dari Cordoba, Andalusia ke Bandara Sevilla, Spanyol yang melewati daerah pertanian yang luas dan indah ini telah membuat kami berharap banyak kepada Presiden kita, Bapak Ir. Joko Widodo.
Semoga Bapak juga terinspirasi untuk mengirim beberapa petani kita yang tangguh, cerdas, dan berkemauan kuat, bersama-sama dengan ahli pertanian kita, untuk mereka magang beberapa bulan di Benua Biru ini mempelajari sistem pertanian di sana sehingga bisa pula diterapkan di negara kita.
Bapak Presiden Joko Widodo, kami yakin Bapak bisa terus mengakselerasikan kemajuan NKRI kita tercinta... 🙏💪
Sabtu, 08 September 2018
Munchen, Jerman, Juli 2017.
Mengunjungi Munchen Jerman sebenarnya adalah karena mengikuti rasa penasaran suamiku yang ingin mengunjungi Stadion Alianz Arena. Dia begitu penasaran sehingga akhirnya kami sampai di Munchen. Mengunjungi Stadion Alianz Arena dan Stadion Olympico, tempat Olimpiade pertama di Jerman dilaksanakan.
Stadion Alianz Arena Munchen, Jerman.
Bersambung
Mengunjungi Munchen Jerman sebenarnya adalah karena mengikuti rasa penasaran suamiku yang ingin mengunjungi Stadion Alianz Arena. Dia begitu penasaran sehingga akhirnya kami sampai di Munchen. Mengunjungi Stadion Alianz Arena dan Stadion Olympico, tempat Olimpiade pertama di Jerman dilaksanakan.
Stadion Alianz Arena Munchen, Jerman.
Bersambung
Hongkong, China Lautan
April 2015.
Hongkong adalah sebuah negeri yang begitu ingin kami kunjungi. Negerinya Jackie Chen tersebut sebenarnya hanyalah sebuah kota kecil yang di samping kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh gedung pencakar langit. Jalannya termasuk sempit, kendaraan yang lewat pun cenderung adalah bus kota, sedangkan mobil pribadi yang lewat di jalan, bisa dihitung dengan jari. Sebagaimana kota-kota lainnya di dunia, selain Jakarta tentunya, masyarakat kotanya banyak tumpah-ruah ke jalan. Menyusuri Kota Hongkong seperti kita menyusuri Malioboro, Yogyakarta.
Big Budha di Desa Ngong Ping Lantau Island Hongkong.
Bersambung
April 2015.
Hongkong adalah sebuah negeri yang begitu ingin kami kunjungi. Negerinya Jackie Chen tersebut sebenarnya hanyalah sebuah kota kecil yang di samping kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh gedung pencakar langit. Jalannya termasuk sempit, kendaraan yang lewat pun cenderung adalah bus kota, sedangkan mobil pribadi yang lewat di jalan, bisa dihitung dengan jari. Sebagaimana kota-kota lainnya di dunia, selain Jakarta tentunya, masyarakat kotanya banyak tumpah-ruah ke jalan. Menyusuri Kota Hongkong seperti kita menyusuri Malioboro, Yogyakarta.
Big Budha di Desa Ngong Ping Lantau Island Hongkong.
Bersambung
Kamis, 06 September 2018
Shenzhen, Cina
April , 2015.
Hongkong adalah sebuah negeri yang membuat kami cukup penasaran, terutama karena kami pengemar film kungfu China. Nah, dari Hongkong inilah kami naik kereta di stasiun samping Islamic Center Koowlon, Hongkong.
Untuk sampai ke stasiun kereta Shenzhen dari Hongkong, kami membayar karcis per orang sebanyak 40 Yuan. Setelah itu, dari stasiun kereta Shenzhen, kami naik bus kota menuju Hotel Muslim Shenzhen tempat kami menginap. Ongkos busnya 2 Yuan per orang.
Window of The World di Shenzhen
Bersambung
April , 2015.
Hongkong adalah sebuah negeri yang membuat kami cukup penasaran, terutama karena kami pengemar film kungfu China. Nah, dari Hongkong inilah kami naik kereta di stasiun samping Islamic Center Koowlon, Hongkong.
Untuk sampai ke stasiun kereta Shenzhen dari Hongkong, kami membayar karcis per orang sebanyak 40 Yuan. Setelah itu, dari stasiun kereta Shenzhen, kami naik bus kota menuju Hotel Muslim Shenzhen tempat kami menginap. Ongkos busnya 2 Yuan per orang.
Window of The World di Shenzhen
Bersambung
Andalusia, Spanyol, Negeri yang Hilang.
Juli 2017.
Mengunjungi Cordoba Andalusia, Spanyol sungguh suatu mimpi yang menjadi nyata bagi saya. Dulu, saat masih kuliah S1 di IKIP Padang, Sumatera Barat pada tahun 1994, kami menonton video tentang jatuhnya Islam di Cordoba, Andalusia Spanyol. Begitu tragis dan memilukan. Saat itu seketika timbul keinginan di hati saya, bila suatu saat sempat mengunjungi benua Eropa, maka Andalusia Spanyol adalah prioritas utama yang akan saya kunjungi. Ternyata 23 tahun kemudian baru Allah SWT memeluk mimpi-mimpi saya tersebut.
Bersambung
Juli 2017.
Mengunjungi Cordoba Andalusia, Spanyol sungguh suatu mimpi yang menjadi nyata bagi saya. Dulu, saat masih kuliah S1 di IKIP Padang, Sumatera Barat pada tahun 1994, kami menonton video tentang jatuhnya Islam di Cordoba, Andalusia Spanyol. Begitu tragis dan memilukan. Saat itu seketika timbul keinginan di hati saya, bila suatu saat sempat mengunjungi benua Eropa, maka Andalusia Spanyol adalah prioritas utama yang akan saya kunjungi. Ternyata 23 tahun kemudian baru Allah SWT memeluk mimpi-mimpi saya tersebut.
Bersambung
Senin, 03 September 2018
Tokyo, Jepang, 20 Juni 2018.
Jepang adalah negeri ingin kami tuju selanjutnya. Semula suamiku tidak begitu antusias untuk kami traveling ke Jepang. "Negeri rawan bencana," ujarnya nggak tertarik. Namun bagiku semakin menantang suatu tempat, semakin membuat adrenalinku ingin mengetahuinya. Apalagi Jepang adalah negeri yang tak asing lagi bagi telinga kita orang Indonesia. Pada zaman dulu adalah negeri yang pernah menjajah bangsa Indonesia, sedangkan zaman sekarang dikenal sebagai negara yang sangat ramah terhadap bangsa Indonesia. Ya, menyebut Jepang ada tawa dibalik duka.
Dari Jakarta, kami menaiki pesawat Garuda yang berangkat dini hari sehingga esok paginya, sekitar Pk. 08.50. kami sudah sampai di bandara Narita Tokyo. Mungkin karena masih pagi, yah, kami melihat Tokyo masih seperti kota-kota lainnya. Bangunannya modern dan beda-beda tipislah dengan Indonesia.
Bersambung
Jepang adalah negeri ingin kami tuju selanjutnya. Semula suamiku tidak begitu antusias untuk kami traveling ke Jepang. "Negeri rawan bencana," ujarnya nggak tertarik. Namun bagiku semakin menantang suatu tempat, semakin membuat adrenalinku ingin mengetahuinya. Apalagi Jepang adalah negeri yang tak asing lagi bagi telinga kita orang Indonesia. Pada zaman dulu adalah negeri yang pernah menjajah bangsa Indonesia, sedangkan zaman sekarang dikenal sebagai negara yang sangat ramah terhadap bangsa Indonesia. Ya, menyebut Jepang ada tawa dibalik duka.
Dari Jakarta, kami menaiki pesawat Garuda yang berangkat dini hari sehingga esok paginya, sekitar Pk. 08.50. kami sudah sampai di bandara Narita Tokyo. Mungkin karena masih pagi, yah, kami melihat Tokyo masih seperti kota-kota lainnya. Bangunannya modern dan beda-beda tipislah dengan Indonesia.
Bersambung
Langganan:
Komentar (Atom)







